Periode di LBH Surabaya

Munir bersama buruh yang ia advokasi saat aktif di LBH Surabaya

Munir bersama buruh yang ia advokasi saat aktif di LBH Surabaya

Munir bergabung dengan Lembaga Bantuan Hukum Surabaya pada 1992. Pengacara cum aktivis ini aktif membela buruh di Jawa Timur. Sepanjang karirnya di LBH Surabaya, ia menjalankan tugas sebagai Ketua LBH Surabaya Pos Malang, lalu menjadi Koordinator Divisi Hak Sipil dan Politik (1992-1993) dan Kepala Bidang Operasional (1993-1995) sebelum kemudian menjadi direktur LBH Semarang.

Dekade 1980-an dan 1990-an, situasi sosial dan politik di Indonesia diwarnai oleh gejolak yang terus meningkat berkait dengan aksi-aksi demonstrasi dan tuntutan buruh untuk kehidupan yang lebih layak. Munir menjadi bagian dari perkembangan ini.

Sekali peristiwa, Munir pernah dijatuhi hukuman denda oleh Pengadilan Negeri Malang sebesar Rp 28.750 terhadapnya karena mengadakan pertemuan tanpa izin dengan para buruh yang menjadi kliennya. Munir menolak keputusan denda tersebut yang dianggapnya bertentangan dengan prosedur acara dalam KUHAP yang menetapkan bahwa penyidik harus terlebih dahulu memberitahukan secara tertulis kepada terdakwa tentang hari, tanggal, jam, serta tempat pemeriksaan dalam suatu perkara. Langkah ini konsisten dengan sikap Munir dalam menegakkan prinsip Fair Trial dalam sistem peradilan di Indonesia.

Bagikan: