Tentang Orang Hilang

Munir menyebutkan ada tiga kriteria tindakan penculikan dan penghilangan orang (1998). Pertama, ada orang yang diculik atau dihilangkan karena diduga terkait kegiatan politik dan sosialnya. Termasuk dalam kriteria ini adalah fungsionaris PDI Perjuangan Haryanto Taslam, Desmond, Pius, serta puluhan aktivis LSM dan mahasiswa. Kriteria kedua, mereka yang diculik maupun hilang karena mempunyai “urusan” dengan negara tapi tidak terkait dengan politik. Misalnya, orang yang tanahnya diserobot oleh negara dan kemudian melawan negara dengan memperkarakannya. Kriteria ketiga adalah mereka yang benar-benar hilang dan tidak terkait dengan persoalan politik, maupun sedang bermasalah dengan negara.

Berdasarkan beberapa kasus orang hilang yang terjadi di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa kekerasan dan penghilangan orang telah mencapai tahap dua sisi yang sangat membahayakan, yaitu pada sisi pertama aparat militer secara naluriah dan tanpa alasan bisa melakukan tindakan kekerasan dan penghilangan orang  atas berbagai lapisan masyarakat sipil – yang tidak berpolitik sekalipun – sebagaimana terjadi di Aceh. Pada sisi yang lain, penghilangan orang dilakukan sebagai bagian dari proyek sistematis dan terencana untuk memuluskan kekuasaan dan membungkam gerakan oposisi.

tabulasi jumlah penghilangan paksa

Tabulasi Jumlah Korban Penghilangan Paksa di Indonesia Periode 1965 – 2002 Sumber: KontraS

 

 

Bagikan: