Gagasan Terkait Pertahanan dan Keamanan

indonesischer Menschenrechtler MunirMenurut Al Araf, salah seorang rekan Munir di Imparsial, Munir juga sering mendiskusikan ide mengurangi  dominasi Angkatan Darat (AD) dan pentingnya mewujudkan kekuatan maritim yang kuat. Dalam pandangan Munir, strategi dan orientasi pertahanan Indonesia tak berubah dari masa ke masa, yaitu lebih berorientasi ke darat sementara realitas negara Indonesia adalah negara kepulauan yang kekuatan maritimnya masih jauh dari yang diharapkan. Disamping itu, Munir menekankan bahwa transformasi pertahanan penting dilakukan.

Bagi Munir transparansi dan akuntabilitas serta pemberantasan korupsi dalam sektor pertahanan dan keamanan juga mutlak untuk dilakukan. Hal itu mengingat masih terdapat kasus-kasus pengadaan peralatan militer yang terindikasi korupsi.

Apa yang diungkapkan Munir tersebut tentunya masih cukup relevan untuk terus kita cermati hingga saat ini. Tentu saja maksudnya bukan untuk melemahkan salah satu kekuatan tertentu dalam organisasi militer di Indonesia, tapi lebih ingin membangun suatu institusi yang lebih profesional dan bekerja sesuai dengan kepentingan negara dalam bidang pertahanan.

Memang rivalitas antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut dalam organisasi militer cukup mempunyai  sejarah yang panjang, tapi tentu bukan rivalitas itu yang ingin ditumbuhkan. Orientasi sistem pertahanan negara dengan basis maritim sudah semakin mendesak, jumlah teritori pertahanan Indonesia yang berwujud lautan lebih luas dibandingkan daratan. Oleh karena itu, Indoinesia membutuhkan suatu kekuatan Angkatan Laut yang lebih baik, lebih kuat, dan memiliki sistem pertahanan yang modern.

Sementara itu menyoal transparansi dalam tubuh organisasi militer juga tak kalah pentingnya. Persoalan anggaran belanja dan bisnis militer memang kerap menjadi skandal politik dan ekonomi di berbagai negara di dunia. Jika tidak dikelola dengan benar, keduanya akan memberi peluang kepada pihak tertentu mengambil keuntungan pribadi atau memberinya modal kuat untuk turut campur dalam politik praktis.

Oleh karena itu, sesungguhnya apa yang menjadi perhatian Munir terkait dengan isu militer saling terkait satu sama lain. Persoalan kesejahteraan prajurit, tradisi komando tentara, dan transparansi pengelolaan anggaran dan bisnis tentara, semuanya terkait dengan bagaimana tentara dapat bertansformasi menjadi tentara yang profesional  menjaga pertahanan dan kedaulatan negara dari kekuatan luar. Tentara tidak boleh berpolitik atau mencampuri urusan politik, tentara harus tunduk kepada hukum dan mengakui supremasi pemerintahan sipil yang berkuasa di Indonesia.

Bagikan: